Assalamu'alaikum,,, selamat datang di Blog Nadya...
semoga apa yang saya tulis, dapat bermanfaat bagi pembaca....

Sabtu, 19 Maret 2011

Cinta Seorang Ibu


Alkisah di suatu desa ada seorang ibu yang sudah tua hidup berdua dengan  anak satu-satunya. Karena suaminya telah lama meninggal akibat sakit.
Sang ibu sering sekali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya. Adapun anaknya mempunyai tabiat mempunyai tabiat yang sangat buruk, yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam, dan banyak lagi yang membuat si ibu sering menangis meratapi nasibnya yang malang. Namun begitupun ibu tua itu selalu berdoa kepada Tuhan, “Tuhan tolong kau sadarkan anakku yang kusayangi, supaya ia tidak berbuat dosa lebih banyak lagi. Aku sudah tua dan aku ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati.”
Namun semakin lama si Anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya. Sudah sangat sering si anak keluar masuk bui karena kejahatan yang dilakukannya.
Suatu hari, ia kembali mencuri di sebuah rumah penduduk desa. Namun malang nasibnya, akhirnya ia tertangkap oleh penduduk yang kebetulan lewat. Kemudian dia dibawa ke hadapan raja untuk diadili sesuai dengan kebiasaan di Kerajaan tersebut. Setelah ditimbang berdasarkan sudah seringnya ia mencuri, maka tanpa ampun lagi si anak tersebut dijatuhi hukuman pancung. Pengumuman tersebut disebarkan ke seluruh rakyat. Hukuman pancung akan dilaksanakan keesokan harinya di depan rakyat desa dan kerajaan tepat pada saat lonceng kerajaan berbunyi berdentang menandakan pukul 6 pagi.
Berita hukuman itu sampai juga ke telinga si ibu. Dia menangis meratapi anak yang sangat dikasihinya. Sembari berlutut dia berdoa kepada Tuhan,” Tuhan, ampunilah anak hamba, biarlah hamba Mu ini yang sudah tua renta ini yang menanggung dosa dan kesalahannya. Dengan tertatih-tatih dia mendatangi Raja dan memohon supaya anaknya dibebaskan, tapi keputusan sudah bulat, si anak tetap harus menjalani hukuman. Dengan hati hancur si Ibu kembali ke rumah. Tidak berhenti dia berdoa supaya anaknya diampuni. Karena kelelahan dia tertidur dan bermimpi bertemu dengan Tuhan.
Keesokan harinya di tempat yang sudah ditentukan, rakyat berbondong-bondong untuk menyaksikan hukuman pancung tersebut. Sang Algojo sudah siap dengan pancungnya, dan si anak tadi sudah pasrah menantikan saat ajal menjemputnya. Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua dan tanpa terasa ia menangis menyesali perbuatannya.
Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba. Sampai waktu yang ditentukan, lonceng kerajaan belum juga berdentang. Suasana mulai berisik. Sudah lima menit lewat dari waktunya. Akhirnya didatangi petugas yang menyembunyikan lonceng istana. Dia juga mengaku heran, karena sudah sedari tadi dia menarik lonceng tapi, suara dentangannya tidak ada..
Ketika mereka sedang terheran-heran, tiba-tiba dari tali yang dipegangnya mengalir darah, darah tersebut datangnya dari atas, berasal dari tempat dimana lonceng diikat. Dengan jantung berdebar-debar seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang naik ke atas menyelidiki sumber darah itu. Tahukah kalian apa yang terjadi?? Ternyata di dalam lonceng besar itu ditemui tubuh si Ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah. Dia memeluk bandul di dalam lonceng yang mengakibatkan lonceng tidak berbunyi, sebagai gantinya kepalanya yang terbentur ke dinding lonceng.
Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata. Sementara si anak meraung-raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan. Dia menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya. Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat ke atas dan mengikat dirinya di lonceng tersebut serta memeluk besi di dalam lonceng, untuk menghindari hukuman pancung anaknya.

Demikianlah sangat jelas, seburuk-buruk nya kelakuan seorang anak, sorang ibu tetap mencintai dan menyayanginya dengan tulus. Marilah kita mengasihi orangtua kita masing-masing. Selagi kita masih mampu karena mereka adalah sumber kasih saying Allah buat kita.

There is story living in us that speaks of our place in the world.
It is a story that invites us to love what we love and simply be ourselves

Kasih Sayang seorang Ibu


Saat kau berumur 15 tahun, dia pulang kerja ingin memelukmu. Sebaga balasannya kau kunci pinti kamarmu.
Saaat kau berumur 16 tahun, dia ajari kau mengemudi mobilnya. Sebagai balasannya, kau pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa peduli kepentingannya.
Saaat kau berumur 17 tahun, dia sedang menuggu telepon yang penting. Sebagai balasannya, kau pakai telepon semalaman nonstop.
Saat kau berumur 18 tahun, dia menangis terharu saat kau lulus SMA. Sebagai balasannya, kau berpesta dengan temanmu hingga pagi
Saat kau berumur 19 tahun, dia membayar biaya kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama. Sebagai balasannya, kau inta diturunkan jauhdari pintu gerbang agar kau tidak malu di depan teman-teman mu.
Saat kau berumur 20 tahun, dia bertanya,” dari mana saja seharian ini?”. Sebagai balasannya, kau menjawab,”Ah,  ibu cerewet amat sih, ingin tahu urusan orang.”
Saat kau berumur 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus untuk karirmu di masa depan. Sebagai balasannya, kau katakana,” aku tidak ingin seperti ibu.”
Saat kau berumur 22 tahun, dia memelukmu dengan haru, saat kau lulus perguruan tinggi. Sebagai balasannya, kau Tanya dia, kapan kau bisa ke bali.
Saat kau berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu. Sebagai balasannya, kau ceritakan pada temanmu, betapa jeleknya furniture itu.
Saat kau berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencananya di masa depan. Sebagai balasannya kau mengeluh,” ah, bagaimana ibu ini, kok bertanya seperti itu?”
Saat kau berumur 25 tahun, dia membantumu membiayai pernikahanmu. Sebagai balasannya, kau pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km dari rumahnya.
Saat kau berumur 30 tahun, dia memberikan beberapa nasehat, bagaimana cara merawat bayimu. Sebagai balasannya, kau katakan padanya,” bu, sekarang jamannya sudah beda.”
Saat kau berumur 40 tahun, dia menelepon untuk member itahukan pesta ulang tahun salah seorang kerabat. Sebagai balasannya, kau jawab,” bu, saya sibuk sekali, tidak ada waktu.”
Saat kau berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan, sehingga memerlukan perawatanmu. Sebagai balasannya, kau baca tentang PENGARUH NEGATIF orang tua yang menumpang di rumah anaknya.
Dan hingga suatu hari, dia meninggal dengan tenang. Dan tiba-tiba kau teringat semua yang belum pernah kau lakukan, karena mereka datang mengahantam hati yang bagai palu godam.
JIKA BELIAU MASIH ADA, JANGAN LUPA MEMBERIKAN KASIH SAYANGMU LEBIH DARI YANG PERNAH KAU BERIKAN SELAMA INI, DAN JIKA BELIAU TELAH TIADA, INGATLAH KASIH SYANG DAN CINTANYA YANG TULUS UNTUKMU.             

Kamis, 03 Maret 2011

Ibu, Mengapa engkau menangis??


Suatu ketika ada seorang anak laki-laki bertanya kepada anaknya, “ibu,mengapa engkau menangis?”
Ibunya pun menjawab,” sebab, ibu adalah wanita”
“aku tak mengerti” kata si anak. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat, “nak, kamu tak kan pernah mengerti”

Kemudian anak itu bertanya pada ayahnya, “ayah, mengapa ibu menangis? Sepertinya ibu menagis tanpa ada sebab yang jelas.”
Sang ayah menjawab, “semua wanita memang menagis tanpa ada alasan.”
Hanya itu jawaban yang dapat diberika ayahnya, lama kemudian,si anak tumbuh menjadi remaja dan tetap bertanya Tanya, mengapa wanita menangis.
Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan, “ ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?”
Dalam mimpinya Tuhan menjawab, “ saat Ku ciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama, Ku ciptakan bahunya agar mampu menahan seluruh beban dunia beserta isinya, walaupun juga,bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.”
“Ku berikan wanita kekuatan untuk bisa melahirkan dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau seringkali  pula, ia kerap berulangkali menerima cerca oleh anaknya itu
Ku berikan keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah, saat semua orang sudah putus asa
Pada wanita Kuberikan kesabaran untuk merawat keluarganya, walau letih, walau lelah, walau sakit, tanpa berkeluh kesah
Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih saying, untuk mencintai semua anaknya, dalam kondisi apapun, dan dalam situasi apapun. Walau tak jarang anak-anaknya itu melukai perasaannya, melukai hatinya
Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya melalui masa-masa sulit, dan menjadi pelindung baginya. Sebab, bukankah tulang rusuklah yang melindungi setiap hati dan jantung agar tidak terkoyak?
Dan akhirnya Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan segala perasaan. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya, air mata ini adalah air mata kehidupan.”
Friends,,, maka,,dekat kan lah diri kita kepada sang ibu, karena di kakinya lah surga itu berada.
Kasih Ibu itu seperti lingkaran, tak berawal dan tak berakhir
Kasih Ibu selalu berputar dan senantiasa meluas,
Menyentuh setiap orang yang ditemuinya
Melingkupinya seperti kabut pagi
Menghangatkanya seperti
Mentari siang, dan
Menyelimutinya seperti
Bintang malam

Selasa, 01 Maret 2011

Mencari Malaikat....


Mencari malaikat..
Suatu hari seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia. Dia bertanya kepada Tuhan.
“ para malaikat disini mengatakan, bahwa besok Engkau akan mengirim ku ke dunia, tetapi bagaimana cara saya hidup di sana? Saya begitu kecil dan lemah.”
Tuhan menjawab,” Aku telah memilih satu malaikat untukmu, dia akan selalu menjaga dan mengasihi mu.”
Bayi itu pun menjawab, “ tapi ini di dalam surga, apa yang saya lakukan hanya bernyanyi dan tertawa. Ini sudah cukup bagi saya untuk bahagia.”
Tuhan menjawab,” malaikatmu akan tersenyum dan bernyanyi setiap hari untukmu. Dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan akan lebih bahagia.”
Bayi pun bertanya,” dan bagaimana saya akan berbicara dengan mereka, sedang saya tidak mengerti bahasa mereka?”
Tuhan menjawab, “ malaikatmu akan mengajarkan mu bahasa yang paling indah yang pernah kamu dengar, dan dengan kesabaran dan perhatian, dia akan mengajarkanmu berbicara.”
Bayi pun kembali bertanya, “apa yang akan saya lakukan jika saya ingin berbicara kepada-Mu Tuhanku?”
Tuhan menjawab, “malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara berdoa.”
Bayi itu pun kembali bertanya, “saya mendengar, di bumi banyak sekali orang jahat, dan siapakah yang akan melindungi saya?”
Tuhan menjawab, “malaikatmu akan melindungimu, walaupun itu mengancam jiwanya.”
Bayi pun mengatakan, “ tapi saya akan merasa sedih, karena tidak dapat melihat-Mu lagi,”
Tuhan menjawab, “malaikatmu akan mengajarkanmu tentang-Ku, dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali pada-Ku, walaupun sesungguhnya Aku akan selalu ada di sisimu.”
Saat itu surga begitu tenangnya, sehingga suara dari bumi dapat terdengar, dan sang bayi bertanya perlahan, “Tuhan, jika aku harus pergi sekarang, bisakah Engkau memberi tahuku, siapakah nama malaikat itu?
……..”kamu akan memanggil malaikatmu Ibu…..”